<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Alindra's Blog</title>
	<atom:link href="http://alindra.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://alindra.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Oct 2011 06:40:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='alindra.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Alindra's Blog</title>
		<link>http://alindra.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://alindra.wordpress.com/osd.xml" title="Alindra&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://alindra.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Anakku</title>
		<link>http://alindra.wordpress.com/2011/10/25/anakku/</link>
		<comments>http://alindra.wordpress.com/2011/10/25/anakku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Oct 2011 06:35:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Syukur]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alindra.wordpress.com/2011/10/25/anakku/</guid>
		<description><![CDATA[Anakku, aku tak bisa mewariskan imanku padamu. Aku bisa berkata Tuhan itu baik, tapi kamu harus merasakannya sendiri bahwa memang sungguh Tuhan itu baik. Aku hanya bisa berkata bersandarlah pada Tuhan maka kau akan diberi kelegaan, tapi engkau yang memutuskan sendiri untuk menyandarkan hidupmu kepadaNya. Imanku tak bisa kuberikan kepadamu tapi imanmu sendiri akan tumbuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alindra.wordpress.com&amp;blog=5271231&amp;post=45&amp;subd=alindra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Anakku, aku tak bisa mewariskan imanku padamu. Aku bisa berkata Tuhan itu baik, tapi kamu harus merasakannya sendiri bahwa memang sungguh Tuhan itu baik. Aku hanya bisa berkata bersandarlah pada Tuhan maka kau akan diberi kelegaan, tapi engkau yang memutuskan sendiri untuk menyandarkan hidupmu kepadaNya. Imanku tak bisa kuberikan kepadamu tapi imanmu sendiri akan tumbuh seiring perjalanan hidupmu bersama Tuhan.</p>
<p>Namun ingatlah apa yang kukatakan, anakku. Bahwa memang hanya Dia yang memahami engkau lebih dari segalanya. Hanya Tuhanlah yang menyayangimu lebih dari mama atau papa. Sahabat Terbaikmu telah ada di sisimu selalu bahkan Dia tahu perasaan terdalammu ketika tak ada seorangpun yang mengetahuinya.</p>
<p>Ingatkah engkau disaat merasakan sakit yang sangat sehingga engkau menangis takut untuk menanggungnya, dan engkau pun meminta pada Tuhan Yesus untuk mencabut rasa sakit itu. Namun rasa sakit itu tetap ada padamu. Ingatkah engkau bahwa bukan keinginanmu yang terjadi tapi kehendakNya agar engkau berani menanggung rasa sakit itu, sehingga mujizat kesembuhan dari Tuhan justru muncul dengan ajaib ketika engkau berani menghadapi rasa sakit itu&#8230;.</p>
<p>Ketika engkau semakin dewasa, ketika ada persoalan melanda hidupmu yang dapat membuatmu sedih, kecewa, takut dan kuatir, ingatlah pengalamanmu itu bersama Tuhan. Tak perlu engkau meminta padaNya untuk mencabut rasa menyakitkan itu, tapi mintalah kekuatan dan keberanian untuk menjalani setiap masalah hidup, maka penghiburan dan penyertaanNya akan engkau rasakan begitu luar biasa.</p>
<p>Anakku, tetaplah teguh dalam imanmu pada Tuhan. Dia telah melakukan hal-hal yang begitu istimewa dalam hidupmu dan engkau memang istimewa di mataNya. Dia sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Dia sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau. Percayalah anakku, engkau akan melakukan hal-hal yang lebih luar biasa jika bersama dengan Tuhan. I love you!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alindra.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alindra.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alindra.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alindra.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alindra.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alindra.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alindra.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alindra.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alindra.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alindra.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alindra.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alindra.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alindra.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alindra.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alindra.wordpress.com&amp;blog=5271231&amp;post=45&amp;subd=alindra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alindra.wordpress.com/2011/10/25/anakku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4b50fa956f4243d73daef3b3f169c54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alindra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Inspirasi Taman Belajar</title>
		<link>http://alindra.wordpress.com/2010/03/10/inspirasi-taman-belajar/</link>
		<comments>http://alindra.wordpress.com/2010/03/10/inspirasi-taman-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 15:22:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alindra.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Belajar dari pengalaman Ibu Noy yang adalah ibu rumah tangga yang memberdayakan anak-anak usia dini dan sekolah dasar di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Berawal dari keprihatinan seorang ibu melihat anak-anak tetangga tanpa pendampingan dari orang tuanya dalam belajar atau mengerjakan PR Sekolah. Lingkungan sekitar ibu Noy mayoritas adalah golongan ekonomi bawah. Kebanyakan orang tua di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alindra.wordpress.com&amp;blog=5271231&amp;post=40&amp;subd=alindra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://alindra.files.wordpress.com/2010/03/alin-310708.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-42" title="Alin 310708" src="http://alindra.files.wordpress.com/2010/03/alin-310708.jpg?w=150&#038;h=115" alt="" width="150" height="115" /></a>Belajar dari pengalaman Ibu Noy yang adalah ibu rumah tangga yang memberdayakan anak-anak usia dini dan sekolah dasar di lingkungan sekitar tempat tinggalnya.  Berawal dari keprihatinan seorang ibu melihat anak-anak tetangga tanpa pendampingan dari orang tuanya dalam belajar atau mengerjakan PR Sekolah.</p>
<p>Lingkungan sekitar ibu Noy mayoritas adalah golongan ekonomi bawah.  Kebanyakan orang tua di lingkungannya berpendapat masalah pendidikan adalah urusan sekolah.  Memang sekolah telah dianggap jadi rumah kedua anak, dan sekolah sudah menjadi salah satu hak dasar anak dalam mendapatkan pendidikan.  Sekolah juga menjadi peluang anak untuk mengembangkan potensi dan kemampuan anak bertumbuh secara optimal, melalui pendidikan yang tepat.  Namun pendampingan orang tua dalam masa belajar tetaplah penting agar anak mencapai potensi optimal di sekolah.</p>
<p>Ibu Noy mengajak anak-anak sekitar untuk belajar di rumahnya.  Dia membantu anak-anak yang memiliki kesulitan dalam belajar, mengajari mereka mengerjakan PR dan menemani mereka belajar.  Maka garasi rumah Ibu Noy pun disulap menjadi taman belajar.  Anak-anak belajar dengan gratis selama 6 bulan awalnya.  Manajemen kelasnya pun sangat sederhana, Ibu Noy membagi menjadi 2 kelompok yaitu kelas 1-3 dan kelas 4-6.  Mereka dapat belajar seminggu 2 kali selama 1 jam.  Tak hanya anak-anak yang diajak belajar, ibu Noy pun sering mengadakan pertemuan dengan orang tua anak, untuk encourage mereka bahwa pendampingan belajar pada anak sangat penting untuk perkembangan emosi dan potensi anak.  Memasuki bulan ketujuh ibu Noy mengembangkan taman belajarnya dan setiap anak yang datang dikenakan biaya dua ribu rupiah per kedatangan untuk yang ia pakai untuk membeli peralatan tulis.  Dia pun membuka kelas seni di hari minggu.  Di kelas seni ini anak-anak bebas berekspresi dengan lukisan, musik, prakarya dan lain sebagainya.</p>
<p>Ibu Noy menginspirasi saya bahwa pendidikan adalah jalur dimana anak pasti terlibat di dalamnya, dan melalui pendidikan keluarga harus juga terlibat dalam mengembangkan potensi anak dan minat belajar mereka.  Tanpa campur tangan keluarga maka pendidikan formal sebaik apapun tidak akan berdampak maksimal bagi anak.</p>
<p>Banyak pendidikan formal yang ditawarkan dengan harga yang menjulang, dan orang tua pun pada akhirnya menyerahkan anaknya ke sekolah yang demikian serta memberikan dukungan materi yang cukup tanpa ditambahkan pendampingan yang memadahi untuk si anak tersebut.  Ironis sekali dibandingkan dengan pendidikan formal minim atau seadanya (katakanlah sekolah negeri tanpa harapan) ditambah dengan orang tua yang minim pendampingan pula.   Di sini tetaplah masa depan anak yang dipertaruhkan.  Sekolah dan keluarga sudah seharusnya bersinergi untuk memberikan perhatian bagi perkembangan anak.  Karena masa depan anak adalah masa depan bangsa.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alindra.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alindra.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alindra.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alindra.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alindra.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alindra.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alindra.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alindra.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alindra.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alindra.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alindra.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alindra.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alindra.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alindra.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alindra.wordpress.com&amp;blog=5271231&amp;post=40&amp;subd=alindra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alindra.wordpress.com/2010/03/10/inspirasi-taman-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4b50fa956f4243d73daef3b3f169c54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alindra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alindra.files.wordpress.com/2010/03/alin-310708.jpg?w=150" medium="image">
			<media:title type="html">Alin 310708</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Paskah di Tahun Kedua Keona</title>
		<link>http://alindra.wordpress.com/2009/04/13/paskah-di-tahun-kedua-keona/</link>
		<comments>http://alindra.wordpress.com/2009/04/13/paskah-di-tahun-kedua-keona/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 19:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sharing]]></category>
		<category><![CDATA[drama paskah]]></category>
		<category><![CDATA[trauma]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alindra.wordpress.com/?p=26</guid>
		<description><![CDATA["Yesus bantit yah Ma?  Ndak disayib yagi?  Pastah yah Ma?"<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alindra.wordpress.com&amp;blog=5271231&amp;post=26&amp;subd=alindra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0in; 	margin-right:0in; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} p 	{mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-margin-top-alt:auto; 	margin-right:0in; 	mso-margin-bottom-alt:auto; 	margin-left:0in; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --></p>
<p><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0in; 	mso-para-margin-right:0in; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0in; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --></p>
<p><!--[endif]--><span style="color:#993300;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Ketika Jumat Agung tiba, aku, suami dan Keona pergi ke gereja.  Sudah tak banyak tempat duduk yang tersisa.  Lalu aku memilih barisan paling depan karena lebih dekat dengan pintu keluar.  Pada awalnya kami mengikuti ibadah dengan tenang dan Keona pun duduk dengan manisnya.  Hampir separuh ibadah berjalan, sebelum khotbah pendeta dimulai, teriakan-teriakan pun mulai terdengar, &#8220;Salibkan Dia!  Salibkan Dia!&#8221; dan suara keras yang memilukan telinga, &#8220;Tidak&#8230;&#8230; Jangan&#8230;.&#8221; </span></span></p>
<p><span style="color:#993300;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Keona pun terpaku.  Aku segera menjelaskan bahwa itu adalah mas dan mbak yang sedang bermain sandiwara -bermain pura-pura, ketika serombongan orang-orang dengan dandanan yang terlihat asing bagi Keona melewati kami.  Tapi penjelasanku seakan tak dianggapnya.  Badannya mulai gemetar&#8230;  Teriakan-teriakan, suara tertawa prajurit yang keras terus menerus terdengar.  Ditambah dengan suara keras seakan palu mengetuk paku di kayu yang bertubi2dan suara musik yang mengalun pilu.  Keona pun akhirnya ikut berteriak dengan keras,  &#8220;<em><span style="font-family:&quot;">Ndaaaaaakkkkk&#8230;..&#8221;.</span></em> Suaraku yang berusaha menjelaskan dan menghiburnya pun semakin tenggelam dalam ketakutannya.  Tepat ketika pemeran Yesus terangkat bersama salibnya, Keona pun sambil menangis menjawab, &#8220;<em><span style="font-family:&quot;">Ndak boyeeeehhhh&#8230;..  Ndak mauuuuuu&#8230;&#8221;</span></em> Lalu segera aku bawa ia keluar dari ruang gereja pada saat tangisnya memecah.</span></span></p>
<p><span style="color:#993300;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Aku pikir trauma drama itu hanya pada saat itu saja.  Karena ketika ditanya kenapa ia menangis, dia sudah bisa menjelaskan, bahwa dia takut melihat Tuhan Yesus disalib.  Namun pada malam harinya menjelang ia tidur, ketika aku mau mencoba menceritakan kembali cerita kematian Tuhan Yesus, ternyata yang kuhadapi adalah tangisan ketakutannya lagi.  Kata-kata  &#8221;<em><span style="font-family:&quot;">Ndak boyeeeehhhh&#8230;..  Ndak mauuuuuu&#8230;&#8221;</span></em> kembali muncul.  Aku urungkan ceritaku, dan segera aku katakan, &#8220;Sayang, Tuhan Yesus memang disalib, tapi Tuhan Yesus hidup lagi.  Besok minggu kamu ke sekolah minggu, merayakan Tuhan Yesus bangkit. Ya&#8230;&#8221;  Dia pun terdiam dengan sisa-sisa tangisnya. </span></span></p>
<p><span style="color:#993300;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Hari Minggu tiba.  Dalam perjalanan ke gereja, Keona pun bersemangat, &#8220;<em><span style="font-family:&quot;">Yesus bantit yah Ma?  Ndak disayib yagi?  Pastah yah Ma?&#8221;(</span></em>Yesus bangkit yah Ma? Tidak disalib lagi? Paskah yah Ma?)  Di sekolah minggu pun ia sangat bersemangat, bernyanyi, tepuk tangan sambil goyangkan badan.  Namun sayang, ternyata di sekolah minggu pun metode cerita kali itu juga dengan drama.  Meskipun pemerannya berbeda, tapi dengan kostum jubah sudah membuat Keona menebak dan membuatnya kembali histeris.  Segera aku bawa ia turun dan aku alihkan perhatiannya.</span></span></p>
<p><span style="color:#993300;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">Memang sulit menghadapi trauma anak.  Perlu waktu dan kesabaran untuk menjelaskan pada seorang anak umur 2 tahun agar bisa memahami makna Paskah. </span></span></p>
<p><span style="color:#993300;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">&#8220;Tuhan Yesus tidak salah apa-apa, sayang.  Yang salah mama dan papa.  Seharusnya mama dan papa yang disalib.  Tapi Tuhan Yesus sangat baik, mau menggantikan mama dan papa disalib, karena Tuhan Yesus sayang sekali sama mama dan papa, juga kamu..  Dan Tuhan Yesus hebat, Dia bangkit lagi, dia bangun, dia hidup! Horeee!!  Senang ya, punya Tuhan Yesus&#8230;&#8221;</span></span></p>
<p><span style="color:#993300;"><span style="font-size:11pt;font-family:&quot;">SELAMAT PASKAH!</span></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="color:#993300;"> </span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alindra.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alindra.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alindra.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alindra.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alindra.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alindra.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alindra.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alindra.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alindra.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alindra.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alindra.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alindra.wordpress.com/26/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alindra.wordpress.com/26/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alindra.wordpress.com/26/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alindra.wordpress.com&amp;blog=5271231&amp;post=26&amp;subd=alindra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alindra.wordpress.com/2009/04/13/paskah-di-tahun-kedua-keona/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4b50fa956f4243d73daef3b3f169c54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alindra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membereskan Mainannya</title>
		<link>http://alindra.wordpress.com/2008/10/29/membereskan-mainannya/</link>
		<comments>http://alindra.wordpress.com/2008/10/29/membereskan-mainannya/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 13:45:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Trik Menghadapi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[berantakan]]></category>
		<category><![CDATA[bermain]]></category>
		<category><![CDATA[mainan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alindra.wordpress.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Pernah lihat iklan Biskuat Bolu?  Mamanya mengajarkan pada anak-anaknya untuk membereskan mainannya dengan iming-iming bolu.  Ketika aku pertama kali melihat iklan itu aku jadi berpikir, kapan aku bisa mengajari anakku untuk membereskan mainannya?  Bagaimana aku melakukannya ?  Apakah harus selalu menggunakan reward dalam mengajarkannya? Keona, anakku, belum genap dua tahun, tapi paling jago membuat berantakan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alindra.wordpress.com&amp;blog=5271231&amp;post=18&amp;subd=alindra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-size:9pt;color:#fa6400;"><span style="font-family:Calibri;">P<span style="color:#993300;">ernah lihat iklan <em>Biskuat Bolu</em>?  Mamanya mengajarkan pada anak-anaknya untuk membereskan mainannya dengan iming-iming bolu.  Ketika aku pertama kali melihat iklan itu aku jadi berpikir, kapan aku bisa mengajari anakku untuk membereskan mainannya?  Bagaimana aku melakukannya ?  Apakah harus selalu menggunakan <em>reward</em> dalam mengajarkannya? </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;">Keona, anakku, belum genap dua tahun, tapi paling jago membuat berantakan seisi rumah.  Belum selesai ia bermain di ruang tengah, ia bawa mainan lainnya ke ruang tamu.  Belum puas bermain, dia sudah ambil lagi mainannya yang lain lalu dibawanya ke teras.  Bisa dibayangkan, rumahku seperti kapal pecah.  Di saat <em>weekend,</em> ketika <em>mbak</em>nya tidak ada, aku bisa membereskan mainannya 3-5 kali dalam sehari. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;">Memang mulai umur 12 bulan, anak belajar bereksplorasi dan bermain.  Aku pikir, biarkan saja, karena dengan banyak bermain, anak jadi lebih pintar.  Tapi makin hari makin mudah dia bosan dengan satu mainan, lalu berpindah ke mainan lainnya.  Nah, kalau sudah seperti itu, kekacauan membuatku kewalahan.  Berarti aku perlu trik untuk mengatasinya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;">Trik pertama yang aku pakai adalah membatasi jumlah mainan.  Jadi, berikan saja mainan untuk beberapa waktu, lalu secara berkala ganti mainan itu dengan mainan yang lain.  Dengan demikian rumah tidak terlalu banyak kekacauan, aku pun masih punya banyak waktu untuk hal-hal lain. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;">Tapi ketika anak sudah mulai bisa protes dan bisa mengingat ada mainannya yang tidak ada di dekatnya, yah… terpaksa trik itu tak bisa kupakai lagi.  Mainan dan buku-bukunya semuanya lalu aku letakkan di rak khusus, yang bisa dia lihat dan dia jangkau.  Dan ‘Miss Berantakan’ pun beraksi…</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;">Aku pikir aku harus mengajarkannya untuk bertanggung jawab atas mainannya.  Tidak ada kata terlalu dini, menurutku.  Awal aku mengajarinya, ketika dia selesai bermain aku berkata “Ayo, bereskan mainannya”.  Namun dengan wajah polosnya seakan dia berkata:  Mama ngomong apa sih?  Oh, pikirku tanpa contoh dia tak akan mengerti.  Lalu aku pegang tangannya dan membuatnya mengambil mainannya satu demi satu lalu menaruhnya ke rak mainannya, sambil sesekali mainannya aku lemparkan.  Dia anggap itu permainan baru, mungkin.  Yah, anak selalu senang bermain.  Hanya bermodal suara ceria, dia pun mau melakukannya tanpa masalah.  Lalu tanpa tanganku memegang tangannya, dia pun melakukannya sendiri.  Wah, senangnya aku… Tak lupa aku berikan pujian juga peluk cium untuknya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;">Demikian juga ketika waktu tidur tiba.  Banyak boneka di sekitar tempat tidurnya.  Biasanya ia bermain dulu sebelum tidur, dan pastinya berantakan setelahnya.  Lalu aku mulai mencoba membiasakannya untuk membereskan dulu boneka-bonekanya sebelum dia tidur.  Aku berkata, “Winnie mau bobo, kita peluk dia dulu yuk sebelum dia bobo…” lalu aku peluk Winnie dan aku berikan Winnie padanya untuk dipeluk.  Setelah itu aku letakkan Winnie di pojok.  Lalu aku ambil boneka lain, dan aku perlakukan sama seperti Winnie, sampai bonekanya yang terakhir.  Total ada 8 boneka, dan yang terakhir: “Keona mau bobo, mama peluk dulu juga ah…” Dan setelah dipeluk ia pun langsung membaringkan diri, minta susu, lalu tidurlah ia.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;">Kembali ke iklan <em>Biskuat Bolu</em>, bisa jadi suatu saat aku akan menggunakan trik itu.  Tapi itu menjadi alternatif paling akhir. Aku pikir dengan membiasakan reward bisa jadi anak hanya mengejar rewardnya saja, sehingga tanpa reward ia tak kan melakukan tanggung jawabnya. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;"> </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;"><span style="font-family:Calibri;">Aku lihat lagi iklan itu, tiba-tiba terlintas di pikiranku, asyik juga punya dua anak.  Bisa diajak lomba siapa paling cepat membereskan mainannya. Hehehe…</span></span></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alindra.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alindra.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alindra.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alindra.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alindra.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alindra.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alindra.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alindra.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alindra.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alindra.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alindra.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alindra.wordpress.com/18/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alindra.wordpress.com/18/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alindra.wordpress.com/18/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alindra.wordpress.com&amp;blog=5271231&amp;post=18&amp;subd=alindra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alindra.wordpress.com/2008/10/29/membereskan-mainannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4b50fa956f4243d73daef3b3f169c54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alindra</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Doa Mama</title>
		<link>http://alindra.wordpress.com/2008/10/29/doa-mama/</link>
		<comments>http://alindra.wordpress.com/2008/10/29/doa-mama/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 06:01:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Doa dan Syukur]]></category>
		<category><![CDATA[doa]]></category>
		<category><![CDATA[mengasuh]]></category>
		<category><![CDATA[menjaga]]></category>
		<category><![CDATA[menyerahkan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alindra.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Tuhanku, Kuatkanlah lenganku supaya lengan-lengan ini dapat melindungi si kecil dari badai kehidupan. Lembutkanlah tanganku supaya dapat memberi penghiburan saat ia mengalami penolakan dari dunia luar. Lebarkanlah bahuku supaya dapat menjadi tempat bersandar waktu ia merasa lelah, supaya dapat menjadi tempat untuk menangis sewaktu ia merasa sedih dan kecewa. Besarkanlah hatiku supaya dapat bersukacita dengannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alindra.wordpress.com&amp;blog=5271231&amp;post=5&amp;subd=alindra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#993300;"><span style="font-size:16pt;font-family:'Monotype Corsiva';"><span style="font-family:'Monotype Corsiva';"><span style="font-size:16pt;font-family:'Monotype Corsiva';"><span style="font-family:'Monotype Corsiva';"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Calibri;">Tuhanku,</span></span></span></span></span></span></span></p>
<div class="mceTemp">
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Calibri;">Kuatkanlah lenganku supaya lengan-lengan ini dapat melindungi si kecil dari badai kehidupan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Calibri;">Lembutkanlah tanganku supaya dapat memberi penghiburan saat ia mengalami penolakan dari dunia luar.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Calibri;">Lebarkanlah bahuku supaya dapat menjadi tempat bersandar waktu ia merasa lelah, supaya dapat menjadi tempat untuk menangis sewaktu ia merasa sedih dan kecewa.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Calibri;">Besarkanlah hatiku supaya dapat bersukacita dengannya sewaktu ia berhasil dan menangis bersamanya sewaktu ia gagal. </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Calibri;">Aku menyerahkan anak ini kepadaMu, Tuhan.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Calibri;">Aku lega karena mengetahui Engkaulah orang tua yang sebenarnya, aku hanyalah pengasuhnya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Calibri;">Tolonglah supaya aku dapat mengasuhnya dan menjaganya dengan baik.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Calibri;">Tuntunlah aku juga Tuhan, karena kaki-kaki kecil ini akan mengikuti setiap langkahku.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Calibri;">Arahkan mataku sehingga aku dapat melihat bagaimana Engkau menunjukkan jalan dan mempersiapkan segala sesuatu.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Calibri;">Jadikanlah aku tekun berdoa agar dapat lebih berperan dalam pertumbuhannya.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:left;margin:0;" align="left"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:9pt;line-height:150%;"><span style="font-family:Calibri;">Amin.</span></span></span></p>
</div>
<p><a href="http://alindra.files.wordpress.com/2008/10/alin-310708-118a1.jpg"><img class="size-medium wp-image-11" title="alin-310708-118a1" src="http://alindra.files.wordpress.com/2008/10/alin-310708-118a1.jpg?w=230&#038;h=300" alt="&quot;Aku berdoa seperti mama mengajarkannya padaku&quot;" width="230" height="300" /></a></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alindra.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alindra.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alindra.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alindra.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alindra.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alindra.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alindra.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alindra.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alindra.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alindra.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alindra.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alindra.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alindra.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alindra.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alindra.wordpress.com&amp;blog=5271231&amp;post=5&amp;subd=alindra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alindra.wordpress.com/2008/10/29/doa-mama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4b50fa956f4243d73daef3b3f169c54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alindra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alindra.files.wordpress.com/2008/10/alin-310708-118a1.jpg?w=230" medium="image">
			<media:title type="html">alin-310708-118a1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengajak Anak Belajar Gosok Gigi</title>
		<link>http://alindra.wordpress.com/2008/10/29/mengajak-anak-belajar-gosok-gigi/</link>
		<comments>http://alindra.wordpress.com/2008/10/29/mengajak-anak-belajar-gosok-gigi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 05:53:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>alindra</dc:creator>
				<category><![CDATA[Trik Menghadapi Anak]]></category>
		<category><![CDATA[gigi susu]]></category>
		<category><![CDATA[menyikat gigi]]></category>
		<category><![CDATA[merawat gigi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://alindra.wordpress.com/?p=7</guid>
		<description><![CDATA[Menggosok gigi secara teratur tetap menjadi satu hal yang sangat penting.  Apalagi dengan gigi anak yang makin tumbuh banyak, ditambah pula dengan makanan yang dimakan sudah mulai beragam-termasuk makanan yang manis-manis.  Wah, kalau sisa makanan tertinggal di sela-sela gigi bisa jadi masalah besar untuk gigi anak. Meskipun gigi susu, tapi memang perlu perawatan khusus agar [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alindra.wordpress.com&amp;blog=5271231&amp;post=7&amp;subd=alindra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_37" class="wp-caption alignleft" style="width: 168px"><a href="http://alindra.files.wordpress.com/2008/10/februari-0032.jpg?w=225"><img class="size-medium wp-image-37" title="&quot;Aku mau gosok gigi sendiri&quot;" src="http://alindra.files.wordpress.com/2008/10/februari-0032.jpg?w=158&#038;h=210" alt="" width="158" height="210" /></a><p class="wp-caption-text">&quot;Aku mau gosok gigi sendiri&quot;</p></div>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:13.15pt;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:13.15pt;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;">Menggosok gigi secara teratur tetap menjadi satu hal yang sangat penting.  Apalagi dengan gigi anak yang makin tumbuh banyak, ditambah pula dengan makanan yang dimakan sudah mulai beragam-termasuk makanan yang manis-manis.  Wah, kalau sisa makanan tertinggal di sela-sela gigi bisa jadi masalah besar untuk gigi anak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:13.15pt;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:13.15pt;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;">Meskipun gigi susu, tapi memang perlu perawatan khusus agar gigi permanennya tumbuh bagus.  Perawatan gigi aku mulai sejak gigi anakku belum tumbuh. Waktu masih bayi, lebih gampang perawatannya.  Tinggal ambil kain kasa, dibalutkan ke jari lalu digosokkan ke gusi dan lidah anak dengan lembut dan perlahan.  Ketika mulai beranjak tumbuh gigi, aku lalu mencari sikat gigi khusus bayi yang cara pemakaiannya masih dimasukkan ke dalam jariku, biasanya berbahan silikon. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:13.15pt;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:13.15pt;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;">Masalah timbul ketika gigi sudah banyak dan anak makin aktif, seperti anakku sekarang ini&#8230;  Susah sekali diatur pada saat gosok gigi.  Kalau sudah begini, perlu bertaktik / berstrategi menghadapi anak. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:13.15pt;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:13.15pt;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;">Kalau waktunya gosok gigi, anakku maunya gosok gigi sendiri.  Pegang sendiri sikat giginya bergaya seakan dia menggosok gigi.  Padahal sikat giginya hanya diemut saja.  Jika sikat giginya diminta, dia tidak akan boleh.  Kalau dipaksa, dia akan nangis dan akan menolak mentah-mentah untuk disikat giginya.  Lagipula, aku juga tidak memaksa, takutnya kalau aku memaksa menyikat giginya malah membuat luka pada gusinya.  Bisa-bisa anakku malah jadi trauma gosok gigi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:13.15pt;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:13.15pt;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;">Setelah aku pikir, dia menggosok giginya sendiri, itu karena dia melihat mama dan papanya menggosok gigi.  Bukankah anak biasanya meniru apa saja yang dilakukan orang tuanya?  Lalu strategi pun aku ubah, aku ajak dia untuk memegang sikat gigiku dan menyikat gigiku, lalu aku memegang sikat giginya dan mulai menyikat giginya.  Ternyata berhasil!  Anakku senang sekali aku ajak menggosok gigiku, dan tanpa perlawanan, tanpa tangis, gigi anakku pun bisa aku bersihkan.  Tapi hal itu berlaku untuk saat ini.  Suatu saat pasti ada masanya anak mulai bosan.  Aku pun perlu mempersiapkan strategi lain agar anakku semakin pandai menggosok giginya.  Beberapa trik yang sudah aku pikirkan, yang kelak bisa aku pakai:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-bottom:.0001pt;line-height:13.15pt;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:13.15pt;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;">1.     Aku akan mengajak anakku menghadap cermin, dan menghitung giginya, karena dia suka sekali berhitung.   Setiap gigi yang dihitung akan aku sentuh dengan sikat giginya yang sudah diberi pasta gigi.  Oya, yang penting pasta giginya harus khusus tidak berfloraid sehingga aman jika ditelan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:13.15pt;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;">2.     Anakku suka sekali dengar cerita.  Mungkin dengan cerita, trikku bisa berhasil.  Cerita tentang monster yang akan memakan giginya, sehingga harus memerlukan senjata pembasmi monster.  Mungkin trik ini akan berhasil jika aku bisa membawakan cerita dengan baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:13.15pt;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;">3.     Sikat gigi elektrik mungkin bisa membantu.  Aku akan membelinya.  Sensasi getarnya pasti akan membuat dia senang menggosok gigi.  Ditambah lagi dengan gelas kumur yang lucu, sekaligus mengajarkannya berkumur yang benar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:-.25in;line-height:13.15pt;margin:0 0 .0001pt .5in;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;">4.     Menyikat gigi dengan bermain.  Pasti anakku senang.  Harus dipikirkan lagi nih strategi bermainnya, yang penting anakku <em>fun</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:13.15pt;"><span style="font-size:9pt;color:#993300;">Yang penting apapun trik yang dipakai untuk menyikat giginya, jangan pernah mengharapkan yang sempurna.  Perlu proses panjang agar dia bisa mandiri.  Inilah nikmatnya menjadi mama, menjalani proses kemandirian anak&#8230;</span><span style="font-size:12pt;color:#993300;"> </span></p>
<p class="MsoNormal">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/alindra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/alindra.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/alindra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/alindra.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/alindra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/alindra.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/alindra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/alindra.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/alindra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/alindra.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/alindra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/alindra.wordpress.com/7/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/alindra.wordpress.com/7/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/alindra.wordpress.com/7/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=alindra.wordpress.com&amp;blog=5271231&amp;post=7&amp;subd=alindra&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://alindra.wordpress.com/2008/10/29/mengajak-anak-belajar-gosok-gigi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/f4b50fa956f4243d73daef3b3f169c54?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">alindra</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://alindra.files.wordpress.com/2008/10/februari-0032.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">&#34;Aku mau gosok gigi sendiri&#34;</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
